Rabu, 14 Januari 2026

Materi Ajar : Kamis, 15 Januari 2026

Hari / Tanggal : Kamis, 15 Januari 2026
Fase/Kelas : C / VI
Mata Pelajaran : Pendidikan Pancasila, Seni Rupa

Pancasila
Peserta didik mampu memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh, menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa dan negara.

Tujuan Pembelajaran :

 Menjelaskan makna keragaman budaya dan agama dilingkungan sekitar
Seni Rupa
Pada akhir fase C, Peserta didik mampu menggunakan pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan yang diperoleh dalam mata pelajaran seni rupa atau mata pelajaran lain sebagai sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik mampu secara mandiri menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa.

Tujuan Pembelajaran:
1. Peserta didik dapat menjelaskan tehnik dasar dalam menggambar

Assalamualaikum wr.wb

Apa kabar anak sholih sholihah
Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat
Jangan lupa sarapan dan persiapkan buku pelajaran kalian ya...
Mari awali kegiatan belajar hari ini dengan berdoa.

Pendidikan Pancasila
menjaga keragaman budaya dan agama menekankan pada pengamalan nilai Pancasila, terutama sila pertama (Ketuhanan) dan ketiga (Persatuan), untuk hidup harmonis di tengah perbedaan, dengan contoh seperti menghormati tetangga beda keyakinan, menggunakan Bahasa Indonesia, gotong royong, dan menjaga budaya lokal sebagai wujud toleransi dan persatuan bangsa, sehingga tercipta kebahagiaan bersama.
Poin-poin Kunci:
Pancasila sebagai Perekat Kebersamaan:Pancasila adalah panduan moral yang mengajarkan toleransi dan persatuan di tengah keberagaman budaya, suku, dan agama di Indonesia.
Nilai-nilai Pancasila mencegah perpecahan dan menjadikan perbedaan sebagai kekayaan bangsa.
Pengamalan Sila Pertama (Ketuhanan):Beribadah sesuai agama masing-masing dengan khusyuk.
Menghormati teman atau tetangga yang menjalankan ibadah berbeda.
Tidak memaksakan kehendak agama kepada orang lain.
Pengamalan Sila Ketiga (Persatuan):Menggunakan Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi di lingkungan beragam.
Menjaga dan melestarikan budaya daerah (tari, musik, pakaian adat) sebagai identitas bangsa.
Aktif dalam musyawarah dan gotong royong untuk kepentingan bersama.
Mencintai produk dalam negeri dan kegiatan budaya nasional.
Contoh Praktik di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat:Saling membantu tanpa membedakan latar belakang (sila kedua dan kelima).
Menghargai adat istiadat dan kebiasaan teman.
Menjaga kebersihan lingkungan bersama.
Kesimpulan:
Menjaga keragaman budaya dan agama adalah tanggung jawab bersama. Melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila, kita dapat hidup rukun, saling menghormati, dan membangun persatuan bangsa yang kuat, menjadikan Indonesia bangsa yang beragam namun tetap satu.

SENI RUPA
Tentang konsep dasar menggambar meliputi pemahaman Unsur-unsur Seni Rupa (titik, garis, bentuk, warna, tekstur, gelap terang, ruang) dan Prinsip Seni Rupa (kesatuan, keseimbangan, irama, pusat perhatian, proporsi, kontras, komposisi) untuk menciptakan karya yang harmonis, serta pengenalan Teknik Menggambar seperti pointilis, arsir, dusel, dan teknik lainnya untuk mengekspresikan ide dan mengolah objek sekitar menjadi karya seni yang menarik dan bermakna.

Unsur-unsur Seni Rupa (Elemen Dasar)Titik: Unsur terkecil, dasar pembentuk garis.
Garis: Hubungan antar titik, bisa lurus, lengkung, tebal, tipis, memberi kesan kuat atau lemah.
Bentuk/Bidang: Hasil dari garis yang saling berhubungan (datar/dua dimensi, ruang/tiga dimensi).
Warna: Dihasilkan oleh cahaya, ada primer (merah, kuning, biru), sekunder (campuran primer).
Tekstur: Kualitas permukaan benda (kasar, halus, licin).
Gelap Terang: Perbedaan intensitas cahaya pada benda, memberi kesan volume.
Ruang: Kesan kedalaman (nyata pada 3D, imajiner pada 2D).

Prinsip-prinsip Seni Rupa (Penataan)Kesatuan/Keselarasan: Keterpaduan semua unsur.
Keseimbangan: Kesamaan atau perbandingan bobot visual (simetris/asimetris).
Irama/Ritme: Pengulangan atau peralihan unsur yang menciptakan gerak.
Pusat Perhatian (Penekanan): Bagian yang paling menarik perhatian.
Proporsi: Perbandingan ukuran antar bagian.
Kontras: Perbedaan mencolok antar unsur.
Komposisi: Pengaturan unsur dalam bidang gambar (pola).

Teknik Menggambar DasarPointilis: Menggunakan titik-titik untuk membentuk gambar, menciptakan gradasi warna dan kesan tertentu.
Arsir: Menggunakan garis-garis sejajar atau menyilang untuk memberi gelap terang.
Dusel (Doodling): Menggunakan arsiran halus dengan menggosokkan pensil (seperti bayangan).
Aquarel: Sapuan basah dengan cat air, transparan.
Siluet: Menggambar bentuk objek secara penuh warna tanpa detail.

Penerapan dalam MenggambarSiswa diajak mengamati objek di sekitar (flora, fauna, benda).
Menggunakan unsur dan prinsip untuk menata gambar agar menarik.
Menggunakan teknik yang tepat untuk menghasilkan kesan tertentu (misal: arsir untuk kesan kuat, dusel untuk kesan lembut).
Menghargai proses kreatif dan ekspresi diri, bukan hanya hasil akhir.

Demikian pelajaran pada hari ini, jangan lupa diulang kembali dirumah dan jangan lupa sholat lima waktu

Wassalamuaikum wr. wb 

Selasa, 13 Januari 2026

Materi Ajar : Rabu, 14 Januari 2026


Hari/tanggal : Rabu, 14 Januari 2026

Materi Muatan Pelajaran

B. Indonesia : Bab 5 Anak-Anak yang Mnegubah Dunia

Matematika : Denah

Bahasa Indonesia:

Capaian Pembelajaran:
Murid mampu memahami, menganalisis, dan menyajikan informasi dari berbagai teks (biografi, pidato) serta menggunakan kaidah kebahasaan dengan tepat untuk menyampaikan ide dan sikap kepedulian sosial.


Tujuan Pembelajaran:
Murid dapat :

· Menganalisis bacaan tentang sosok inspiratif yang berhasil mengubah dunia.

· Mengenali dan memahami penggunaan kalimat aktif dan kalimat pasif.

· Menunjukkan sikap peduli terhadap permasalahan di lingkungan sekitar.

· Menyusun naskah pidato dan menyampaikannya secara lisan di depan kelas.

Mengenal dan memahami struktur serta ciri kebahasaan teks biografi

Capaian pembelajaran matematika:

pemahaman mendalam tentang Bilangan (cacah hingga 1.000.000, pecahan, desimal, operasi hitung, pangkat, akar), Aljabar (pola, persamaan sederhana), Pengukuran (luas, keliling, volume bangun datar/ruang, waktu, sudut, debit, kecepatan), Geometri (bangun ruang, visualisasi spasial), dan Analisis Data & Peluang (mengumpulkan, menyajikan, menganalisis data dalam tabel/diagram).

Tujuan Pembelajaran;

siswa dapat membuat, membaca, dan menentukan letak berdasarkan koordinat atau petunjuk visual
Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh

Apa kabar anak sholih sholihah

Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat

Jangan lupa sarapan dan persiapkan buku pelajaran kalian ya...

Mari awali kegiatan belajar hari ini dengan berdoa.

BAHASA INDONESIA


Pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Membaca Teks Biografi Isabel dan Melati Wijsen. Tujuan pembelajaran kali ini adalah merefleksi pengetahuan baru yang diperoleh dan membandingkannya dengan pengetahuan yang dimilikinya.

Teks biografi adalah teks yang berisikan kisah suatu tokoh dalam mengarungi kehidupannya. Teks ini ditulis oleh seseorang agar tokoh tersebut dapat diteladani banyak orang. Penulisan kisah hidup tokoh mencakup permasalahan yang pernah dihadapi maupun kelebihan-kelebihan tokoh yang dapat menginspirasi.

Isabel dan Melati Wijsen:
Aktivis Lingkungan dan Pendiri Bye Bye Plastic Bag
Melati dan Isabel, yang berumur 12 dan 10 tahun, adalah kakak adik dari Pulau Bali. Sejak kecil, mereka suka bertualang, seperti bersepeda ke daerah-daerah pedesaan. Alam Bali adalah tempat bermain mereka.

Di sekolah, Melati dan Isabel belajar tentang orang-orang yang mengubah dunia, seperti Nelson Mandela, Martin Luther King, dan Mahatma Gandhi. Terinspirasi dari tokoh-tokoh tersebut, Melati dan Isabel berpikir, “Perubahan apa, ya, yang bisa kita buat sekarang sebagai anak-anak Pulau Bali?”
Melati dan Isabel

Ternyata jawabannya ada di depan mata mereka. Di pantai, Melati sering melihat tumpukan sampah plastik. Ketika bersepeda, Isabel selalu melihat sampah plastik bertebaran.

Mereka sadar bahwa tempat bermain mereka yang indah semakin kotor, dan waktunya untuk mereka berkata, “Cukup!” Melati dan Isabel tahu mereka harus berjuang untuk membuat Pulau Bali bebas dari sampah plastik. Gerakan ini mereka namakan Bye Bye Plastic Bag.

Mereka pun membuat petisi untuk mengurangi sampah plastik. Selain petisi, mereka juga ingin mendorong Gubernur Bali untuk membuat peraturan yang melarang kantong plastik.

Banyak orang meremehkan Melati dan Isabel karena mereka masih anakanak. Melati dan Isabel kembali ingat pelajaran mengenai Mahatma Gandhi yang melakukan mogok makan, atau puasa, untuk mendorong perubahan. Mengikuti kegigihan Gandhi, Melati dan Isabel berjuang keras agar Gubernur Bali mau bertemu dengan mereka.

Setelah mogok makan selama 24 jam, Gubernur Bali akhirnya bersedia menemui Melati dan Isabel. Pertemuan ini membuka banyak pintu agar Bye Bye Plastic Bag dapat bekerja sama dengan berbagai cabang pemerintahan.

Selama 6 tahun, Melati dan Isabel juga berjuang bersama-sama banyak orang dan media. Akhirnya pada 2019, Bali menyatakan larangannya terhadap plastik sekali pakai! Melati dan Isabel pun diundang ke United Nation, TED Talks, dan mendapatkan berbagai penghargaan termasuk gelar “Anak remaja paling berpengaruh” oleh Forbes, Times, dan CNN.

Melati dan Isabel menunjukkan bahwa usia bukanlah masalah. Semakin lama, gerakan Bye Bye Plastic Bag menjadi semakin besar dan tersebar ke seluruh dunia.

“Kami, anak-anak, mungkin hanya 25 persen populasi dunia, tetapi kami adalah 100 persen masa depan.”

Kosa Kata Baru
Adakah kata-kata sulit yang belum kalian pahami? Gunakan kamus untuk mencari arti kata-kata berikut ini. Tulislah dalam buku kalian.
bertualang: v selalu pergi ke mana-mana (tidak suka tinggal di rumah)
petisi: n (surat) permohonan resmi kepada pemerintah
sekali pakai: hanya digunakan satu kali kemudian menjadi sampah
terinspirasi: v terilhami
meremehkan: v menganggap tidak penting, tidak berharga, kecil
berpengaruh: v berkuasa, mempunyai pengaruh

Memahami Bacaan
Untuk menguji pemahamanmu, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
1. Siapakah Isabel dan Melati Wijsen?
Isabel dan Melati Wijsen adalah kakak beradik aktivis lingkungan yang menjadi pendiri Bye Bye Plastic Bag.
2. Di mana kedua bersaudara ini tinggal?
Kedua saudara ini tinggal di Bali.
3. Siapa tokoh-tokoh dunia yang menginspirasi Isabel dan Melati?
Tokoh-tokoh dunia yang menginspirasi mereka antara lain: Nelson Mandela, Martin Luther King, dan Mahatma Gandhi.
4. Apa masalah yang dihadapi oleh Isabel dan Melati?
Masalah yang sering dihadapi Melati dan Isabel adalah selalu melihat sampah plastik bertebaran.
5. Apa yang mereka lakukan untuk memecahkan masalah tersebut?
Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka membuat gerakan Bye Bye Plastic Bag.
6. Mengapa banyak orang meremehkan usaha Isabel dan Melati?
Banyak orang meremehkan usaha Melati dan Isabel karena mereka masih anak-anak.
7. Apakah usaha Isabel dan Melati akhirnya berhasil? Bagaimana caranya?
Usaha mereka akhirnya berakhir karena didukung oleh Gubernur Bali dan banyak orang di pemerintahan. Namun sebelum itu mereka berdua harus melakukan aksi mogok makan untuk mendapat perhatian.
8. “Kami, anak-anak, mungkin hanya 25 persen populasi dunia, tetapi kami adalah 100 persen masa depan.” Menurut kalian, apakah maksud pernyataan Melati dan Isabel ini? Ungkapkanlah dalam bahasa kalian sendiri.
Maksud ungkapan itu adalah bahwa anak-anak adalah pihak yang patut diperhitungkan karena anak-anak adalah generasi penentu atau pemimpin pada masa mendatang

Matematika

Materi denah kelas 6 SD Kurikulum Merdeka Semester 2 terutama berfokus pada Sistem Koordinat Cartesius untuk menentukan posisi benda (tempat duduk siswa) dengan sumbu X (mendatar) dan Y (tegak) serta unsur-unsur denah seperti arah mata angin dan keterangan, yang diajarkan dalam konteks matematika, seringkali diintegrasikan dengan tema seperti masyarakat sehat atau kepemimpinan di Kurikulum Merdeka, dengan tujuan siswa dapat membuat, membaca, dan menentukan letak berdasarkan koordinat atau petunjuk visual.


Konsep Utama Materi Denah Kelas 6Pengertian Denah:Gambaran sederhana suatu tempat (kelas, sekolah, rumah) pada bidang datar.
Fungsi: Membantu menunjukkan letak suatu tempat.
Unsur-Unsur Denah:Judul Denah: Nama lokasi yang digambarkan.
Arah Mata Angin: Menunjukkan arah Utara, Selatan, Timur, Barat.
Keterangan (Legenda): Simbol atau tulisan untuk menjelaskan objek (meja, kursi, papan tulis, pintu).
Skala: Perbandingan jarak pada denah dengan jarak sebenarnya (walaupun lebih fokus ke koordinat pada denah kelas).
Sistem Koordinat Cartesius (Sistem Berpetak):Menggunakan sumbu mendatar (absis, 'x') dan sumbu tegak (ordinat, 'y').
Posisi suatu tempat atau benda ditentukan oleh pasangan koordinat (x, y).
Contoh: Tempat duduk Susi di (2, 3) berarti 2 lajur ke kanan (x) dan 3 lajur ke atas (y) dari titik awal.
Aplikasi dalam Kelas 6 Kurikulum Merdeka:Membuat Denah Kelas: Menggambar tata letak meja kursi menggunakan kotak-kotak di kertas berpetak dan memberi koordinat.
Menentukan Posisi: Menjelaskan letak siswa lain (misal: "Rina di koordinat (1, 4)").
Integrasi Tematik: Dikaitkan dengan tema seperti "Masyarakat Sehat" (menunjukkan letak UKS, kantin) atau "Kepemimpinan" (denah kelas saat piket).

Contoh Penerapan (Soal Latihan)Jika guru duduk di (0, 0), maka meja di depan guru (satu lajur ke depan) adalah (0, 1).
Jika pintu di pojok kanan bawah, dan pintu itu adalah sumbu X positif, maka arah atas adalah Utara.

Senin, 12 Januari 2026

Materi Ajar : Selasa, 13 Januari 2026

Hari/tanggal : Selasa, 13 Januari 2026
Materi Muatan Pelajaran
B. Indonesia : Bab 5 Anak-Anak yang Mnegubah Dunia
IPAS : Alam Semesta
Bahasa Indonesia:

Capaian Pembelajaran:
Murid mampu memahami, menganalisis, dan menyajikan informasi dari berbagai teks (biografi, pidato) serta menggunakan kaidah kebahasaan dengan tepat untuk menyampaikan ide dan sikap kepedulian sosial.

Tujuan Pembelajaran:
Murid dapat :
· Menganalisis bacaan tentang sosok inspiratif yang berhasil mengubah dunia.
· Mengenali dan memahami penggunaan kalimat aktif dan kalimat pasif.
· Menunjukkan sikap peduli terhadap permasalahan di lingkungan sekitar.
· Menyusun naskah pidato dan menyampaikannya secara lisan di depan kelas.

Mengenal dan memahami struktur serta ciri kebahasaan teks biografi
Capaian pembelajaran matematika:
pemahaman mendalam tentang Bilangan (cacah hingga 1.000.000, pecahan, desimal, operasi hitung, pangkat, akar), Aljabar (pola, persamaan sederhana), Pengukuran (luas, keliling, volume bangun datar/ruang, waktu, sudut, debit, kecepatan), Geometri (bangun ruang, visualisasi spasial), dan Analisis Data & Peluang (mengumpulkan, menyajikan, menganalisis data dalam tabel/diagram).

Tujuan Pembelajaran;
Siswa diharapkan mampu menghubungkan konsep, penalaran, komunikasi, representasi, koneksi, dan pemecahan masalah matematis dalam kehidupan sehari-hari.

CP IPAS
Merefleksikan sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya; menganalisis hubungan antar komponen biotik dan abiotik, serta pengaruhnya terhadap ekosistem; menjelaskan fenomena gelombang bunyi dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari; menghasilkan upaya penghematan energi, serta pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; menjelaskan sistem tata surya, serta kaitannya dengan rotasi dan revolusi bumi; menjelaskan letak dan kondisi geografis negara Indonesia dengan menggunakan peta konvensional/digital; meninjau sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya; menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal; serta menerapkan kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.

Tujuan: murid mampu memahami konsep alam semesta dengan baik

Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh
Apa kabar anak sholih sholihah
Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat
Jangan lupa sarapan dan persiapkan buku pelajaran kalian ya...
Mari awali kegiatan belajar hari ini dengan berdoa.
BAHASA INDONESIA



Pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Membaca Teks Biografi Isabel dan Melati Wijsen. Tujuan pembelajaran kali ini adalah merefleksi pengetahuan baru yang diperoleh dan membandingkannya dengan pengetahuan yang dimilikinya.

Teks biografi adalah teks yang berisikan kisah suatu tokoh dalam mengarungi kehidupannya. Teks ini ditulis oleh seseorang agar tokoh tersebut dapat diteladani banyak orang. Penulisan kisah hidup tokoh mencakup permasalahan yang pernah dihadapi maupun kelebihan-kelebihan tokoh yang dapat menginspirasi.

Isabel dan Melati Wijsen:
Aktivis Lingkungan dan Pendiri Bye Bye Plastic Bag
Melati dan Isabel, yang berumur 12 dan 10 tahun, adalah kakak adik dari Pulau Bali. Sejak kecil, mereka suka bertualang, seperti bersepeda ke daerah-daerah pedesaan. Alam Bali adalah tempat bermain mereka.

Di sekolah, Melati dan Isabel belajar tentang orang-orang yang mengubah dunia, seperti Nelson Mandela, Martin Luther King, dan Mahatma Gandhi. Terinspirasi dari tokoh-tokoh tersebut, Melati dan Isabel berpikir, “Perubahan apa, ya, yang bisa kita buat sekarang sebagai anak-anak Pulau Bali?”
Melati dan Isabel

Ternyata jawabannya ada di depan mata mereka. Di pantai, Melati sering melihat tumpukan sampah plastik. Ketika bersepeda, Isabel selalu melihat sampah plastik bertebaran.

Mereka sadar bahwa tempat bermain mereka yang indah semakin kotor, dan waktunya untuk mereka berkata, “Cukup!” Melati dan Isabel tahu mereka harus berjuang untuk membuat Pulau Bali bebas dari sampah plastik. Gerakan ini mereka namakan Bye Bye Plastic Bag.

Mereka pun membuat petisi untuk mengurangi sampah plastik. Selain petisi, mereka juga ingin mendorong Gubernur Bali untuk membuat peraturan yang melarang kantong plastik.

Banyak orang meremehkan Melati dan Isabel karena mereka masih anakanak. Melati dan Isabel kembali ingat pelajaran mengenai Mahatma Gandhi yang melakukan mogok makan, atau puasa, untuk mendorong perubahan. Mengikuti kegigihan Gandhi, Melati dan Isabel berjuang keras agar Gubernur Bali mau bertemu dengan mereka.

Setelah mogok makan selama 24 jam, Gubernur Bali akhirnya bersedia menemui Melati dan Isabel. Pertemuan ini membuka banyak pintu agar Bye Bye Plastic Bag dapat bekerja sama dengan berbagai cabang pemerintahan.

Selama 6 tahun, Melati dan Isabel juga berjuang bersama-sama banyak orang dan media. Akhirnya pada 2019, Bali menyatakan larangannya terhadap plastik sekali pakai! Melati dan Isabel pun diundang ke United Nation, TED Talks, dan mendapatkan berbagai penghargaan termasuk gelar “Anak remaja paling berpengaruh” oleh Forbes, Times, dan CNN.

Melati dan Isabel menunjukkan bahwa usia bukanlah masalah. Semakin lama, gerakan Bye Bye Plastic Bag menjadi semakin besar dan tersebar ke seluruh dunia.

“Kami, anak-anak, mungkin hanya 25 persen populasi dunia, tetapi kami adalah 100 persen masa depan.”

Kosa Kata Baru
Adakah kata-kata sulit yang belum kalian pahami? Gunakan kamus untuk mencari arti kata-kata berikut ini. Tulislah dalam buku kalian.
1. bertualang: v selalu pergi ke mana-mana (tidak suka tinggal di rumah)
2. petisi: n (surat) permohonan resmi kepada pemerintah
3. sekali pakai: hanya digunakan satu kali kemudian menjadi sampah
4. terinspirasi: v terilhami
5. meremehkan: v menganggap tidak penting, tidak berharga, kecil
6. berpengaruh: v berkuasa, mempunyai pengaruh

Memahami Bacaan
Untuk menguji pemahamanmu, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
1. Siapakah Isabel dan Melati Wijsen?
Isabel dan Melati Wijsen adalah kakak beradik aktivis lingkungan yang menjadi pendiri Bye Bye Plastic Bag.
2. Di mana kedua bersaudara ini tinggal?
Kedua saudara ini tinggal di Bali.
3. Siapa tokoh-tokoh dunia yang menginspirasi Isabel dan Melati?
Tokoh-tokoh dunia yang menginspirasi mereka antara lain: Nelson Mandela, Martin Luther King, dan Mahatma Gandhi.
4. Apa masalah yang dihadapi oleh Isabel dan Melati?
Masalah yang sering dihadapi Melati dan Isabel adalah selalu melihat sampah plastik bertebaran.
5. Apa yang mereka lakukan untuk memecahkan masalah tersebut?
Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka membuat gerakan Bye Bye Plastic Bag.
6. Mengapa banyak orang meremehkan usaha Isabel dan Melati?
Banyak orang meremehkan usaha Melati dan Isabel karena mereka masih anak-anak.
7. Apakah usaha Isabel dan Melati akhirnya berhasil? Bagaimana caranya?
Usaha mereka akhirnya berakhir karena didukung oleh Gubernur Bali dan banyak orang di pemerintahan. Namun sebelum itu mereka berdua harus melakukan aksi mogok makan untuk mendapat perhatian.
8. “Kami, anak-anak, mungkin hanya 25 persen populasi dunia, tetapi kami adalah 100 persen masa depan.” Menurut kalian, apakah maksud pernyataan Melati dan Isabel ini? Ungkapkanlah dalam bahasa kalian sendiri.
Maksud ungkapan itu adalah bahwa anak-anak adalah pihak yang patut diperhitungkan karena anak-anak adalah generasi penentu atau pemimpin pada masa mendatang

IPAS
Sistem Tata Surya, yaitu Matahari (bintang pusat) dan benda-benda langit pengorbitnya (planet, satelit, asteroid, komet), menjelaskan gerakan rotasi dan revolusi Bumi, peran gravitasi, serta karakteristik planet-planet (Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus) dan galaksi Bima Sakti. Siswa akan belajar tentang benda langit seperti bintang, planet, bulan, asteroid, meteoroid, dan komet, serta teknologi antariksa dan penjelajahan Mars.

1. Sistem Tata SuryaPusat: Matahari, bintang raksasa gas yang menjadi pusat gravitasi.
Anggota: 8 planet (Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus), satelit alami (bulan), asteroid, komet, meteoroid.
Galaksi: Tata surya kita berada di dalam Galaksi Bima Sakti.
Benda-benda LangitBintang: Bola gas panas bersinar sendiri (Contoh: Matahari).
Planet: Benda langit berukuran besar mengorbit bintang. Dibagi planet dalam (berbatu) dan planet luar (gas).
Bulan: Satelit alami yang mengorbit planet.
Asteroid: Batu-batuan di sabuk asteroid (antara Mars & Jupiter).
Komet: Bintang berekor (es, debu, batuan).
Meteoroid: Pecahan asteroid kecil.

3. Gerakan Bumi dan BulanRotasi Bumi: Perputaran Bumi pada porosnya (24 jam) menyebabkan siang-malam.
Revolusi Bumi: Perputaran Bumi mengelilingi Matahari (365,25 hari) menyebabkan tahun dan musim.
Rotasi & Revolusi Bulan: Waktu rotasi dan revolusi Bulan sama (27 hari), sehingga kita hanya melihat satu sisi Bulan.

4. Gaya GravitasiGaya tarik menarik antar benda bermassa. Matahari punya gravitasi terbesar di tata surya.
Gravitasi Matahari menjaga planet tetap di orbitnya.

5. Teknologi dan Penjelajahan AntariksaSatelit buatan manusia untuk komunikasi, cuaca, dll..
Misi penjelajahan Mars (rover: Sojourner, Curiosity, dll.) untuk mencari air dan tanda kehidupan.
Karakteristik Planet (Contoh)Bumi: Satu-satunya planet dengan air cair dan kehidupan, punya 1 bulan.
Mars: Planet merah, mirip Bumi, menjadi target penjelajahan.
Jupiter: Planet terbesar, gas.
Saturnus: Terkenal dengan cincinnya.


Minggu, 11 Januari 2026

Materi Ajar : Senin, 12 Januari 2026

Hari/tanggal : Senin, 12 Januari 2026

Materi Muatan Pelajaran

B. Indonesia : Bab 5 Anak-Anak yang Mnegubah Dunia

Matematika : Denah

Bahasa Indonesia:

Capaian Pembelajaran:

Murid mampu memahami, menganalisis, dan menyajikan informasi dari berbagai teks (biografi, pidato) serta menggunakan kaidah kebahasaan dengan tepat untuk menyampaikan ide dan sikap kepedulian sosial.

Tujuan Pembelajaran:

Murid dapat :

· Menganalisis bacaan tentang sosok inspiratif yang berhasil mengubah dunia.

· Mengenali dan memahami penggunaan kalimat aktif dan kalimat pasif.

· Menunjukkan sikap peduli terhadap permasalahan di lingkungan sekitar.

· Menyusun naskah pidato dan menyampaikannya secara lisan di depan kelas.

Mengenal dan memahami struktur serta ciri kebahasaan teks biografi

Capaian pembelajaran matematika:

pemahaman mendalam tentang Bilangan (cacah hingga 1.000.000, pecahan, desimal, operasi hitung, pangkat, akar), Aljabar (pola, persamaan sederhana), Pengukuran (luas, keliling, volume bangun datar/ruang, waktu, sudut, debit, kecepatan), Geometri (bangun ruang, visualisasi spasial), dan Analisis Data & Peluang (mengumpulkan, menyajikan, menganalisis data dalam tabel/diagram).

Tujuan Pembelajaran;

siswa dapat membuat, membaca, dan menentukan letak berdasarkan koordinat atau petunjuk visual

Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh

Apa kabar anak sholih sholihah

Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat

Jangan lupa sarapan dan persiapkan buku pelajaran kalian ya...

Mari awali kegiatan belajar hari ini dengan berdoa.

BAHASA INDONESIA



Pada pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas VI Kurikulum Merdeka terdapat pembahasan tentang Membaca Teks Biografi Isabel dan Melati Wijsen. Tujuan pembelajaran kali ini adalah merefleksi pengetahuan baru yang diperoleh dan membandingkannya dengan pengetahuan yang dimilikinya.

Teks biografi adalah teks yang berisikan kisah suatu tokoh dalam mengarungi kehidupannya. Teks ini ditulis oleh seseorang agar tokoh tersebut dapat diteladani banyak orang. Penulisan kisah hidup tokoh mencakup permasalahan yang pernah dihadapi maupun kelebihan-kelebihan tokoh yang dapat menginspirasi.

Isabel dan Melati Wijsen:
Aktivis Lingkungan dan Pendiri Bye Bye Plastic Bag
Melati dan Isabel, yang berumur 12 dan 10 tahun, adalah kakak adik dari Pulau Bali. Sejak kecil, mereka suka bertualang, seperti bersepeda ke daerah-daerah pedesaan. Alam Bali adalah tempat bermain mereka.

Di sekolah, Melati dan Isabel belajar tentang orang-orang yang mengubah dunia, seperti Nelson Mandela, Martin Luther King, dan Mahatma Gandhi. Terinspirasi dari tokoh-tokoh tersebut, Melati dan Isabel berpikir, “Perubahan apa, ya, yang bisa kita buat sekarang sebagai anak-anak Pulau Bali?”
Melati dan Isabel

Ternyata jawabannya ada di depan mata mereka. Di pantai, Melati sering melihat tumpukan sampah plastik. Ketika bersepeda, Isabel selalu melihat sampah plastik bertebaran.

Mereka sadar bahwa tempat bermain mereka yang indah semakin kotor, dan waktunya untuk mereka berkata, “Cukup!” Melati dan Isabel tahu mereka harus berjuang untuk membuat Pulau Bali bebas dari sampah plastik. Gerakan ini mereka namakan Bye Bye Plastic Bag.

Mereka pun membuat petisi untuk mengurangi sampah plastik. Selain petisi, mereka juga ingin mendorong Gubernur Bali untuk membuat peraturan yang melarang kantong plastik.

Banyak orang meremehkan Melati dan Isabel karena mereka masih anakanak. Melati dan Isabel kembali ingat pelajaran mengenai Mahatma Gandhi yang melakukan mogok makan, atau puasa, untuk mendorong perubahan. Mengikuti kegigihan Gandhi, Melati dan Isabel berjuang keras agar Gubernur Bali mau bertemu dengan mereka.

Setelah mogok makan selama 24 jam, Gubernur Bali akhirnya bersedia menemui Melati dan Isabel. Pertemuan ini membuka banyak pintu agar Bye Bye Plastic Bag dapat bekerja sama dengan berbagai cabang pemerintahan.

Selama 6 tahun, Melati dan Isabel juga berjuang bersama-sama banyak orang dan media. Akhirnya pada 2019, Bali menyatakan larangannya terhadap plastik sekali pakai! Melati dan Isabel pun diundang ke United Nation, TED Talks, dan mendapatkan berbagai penghargaan termasuk gelar “Anak remaja paling berpengaruh” oleh Forbes, Times, dan CNN.

Melati dan Isabel menunjukkan bahwa usia bukanlah masalah. Semakin lama, gerakan Bye Bye Plastic Bag menjadi semakin besar dan tersebar ke seluruh dunia.

“Kami, anak-anak, mungkin hanya 25 persen populasi dunia, tetapi kami adalah 100 persen masa depan.”
Kosa Kata Baru
Adakah kata-kata sulit yang belum kalian pahami? Gunakan kamus untuk mencari arti kata-kata berikut ini. Tulislah dalam buku kalian.
  1. bertualang: v selalu pergi ke mana-mana (tidak suka tinggal di rumah)
  2. petisi: n (surat) permohonan resmi kepada pemerintah
  3. sekali pakai: hanya digunakan satu kali kemudian menjadi sampah
  4. terinspirasi: v terilhami
  5. meremehkan: v menganggap tidak penting, tidak berharga, kecil
  6. berpengaruh: v berkuasa, mempunyai pengaruh

Memahami Bacaan
Untuk menguji pemahamanmu, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut.
1. Siapakah Isabel dan Melati Wijsen?
Isabel dan Melati Wijsen adalah kakak beradik aktivis lingkungan yang menjadi pendiri Bye Bye Plastic Bag.
2. Di mana kedua bersaudara ini tinggal?
Kedua saudara ini tinggal di Bali.
3. Siapa tokoh-tokoh dunia yang menginspirasi Isabel dan Melati?
Tokoh-tokoh dunia yang menginspirasi mereka antara lain: Nelson Mandela, Martin Luther King, dan Mahatma Gandhi.
4. Apa masalah yang dihadapi oleh Isabel dan Melati?
Masalah yang sering dihadapi Melati dan Isabel adalah selalu melihat sampah plastik bertebaran.
5. Apa yang mereka lakukan untuk memecahkan masalah tersebut?
Untuk memecahkan masalah tersebut, mereka membuat gerakan Bye Bye Plastic Bag.
6. Mengapa banyak orang meremehkan usaha Isabel dan Melati?
Banyak orang meremehkan usaha Melati dan Isabel karena mereka masih anak-anak.
7. Apakah usaha Isabel dan Melati akhirnya berhasil? Bagaimana caranya?
Usaha mereka akhirnya berakhir karena didukung oleh Gubernur Bali dan banyak orang di pemerintahan. Namun sebelum itu mereka berdua harus melakukan aksi mogok makan untuk mendapat perhatian.
8. “Kami, anak-anak, mungkin hanya 25 persen populasi dunia, tetapi kami adalah 100 persen masa depan.” Menurut kalian, apakah maksud pernyataan Melati dan Isabel ini? Ungkapkanlah dalam bahasa kalian sendiri.
Maksud ungkapan itu adalah bahwa anak-anak adalah pihak yang patut diperhitungkan karena anak-anak adalah generasi penentu atau pemimpin pada masa mendatang

Matematika

Materi denah kelas 6 SD Kurikulum Merdeka Semester 2 terutama berfokus pada Sistem Koordinat Cartesius untuk menentukan posisi benda (tempat duduk siswa) dengan sumbu X (mendatar) dan Y (tegak) serta unsur-unsur denah seperti arah mata angin dan keterangan, yang diajarkan dalam konteks matematika, seringkali diintegrasikan dengan tema seperti masyarakat sehat atau kepemimpinan di Kurikulum Merdeka, dengan tujuan siswa dapat membuat, membaca, dan menentukan letak berdasarkan koordinat atau petunjuk visual.
Konsep Utama Materi Denah Kelas 6Pengertian Denah:Gambaran sederhana suatu tempat (kelas, sekolah, rumah) pada bidang datar.
Fungsi: Membantu menunjukkan letak suatu tempat.
Unsur-Unsur Denah:Judul Denah: Nama lokasi yang digambarkan.
Arah Mata Angin: Menunjukkan arah Utara, Selatan, Timur, Barat.
Keterangan (Legenda): Simbol atau tulisan untuk menjelaskan objek (meja, kursi, papan tulis, pintu).
Skala: Perbandingan jarak pada denah dengan jarak sebenarnya (walaupun lebih fokus ke koordinat pada denah kelas).
Sistem Koordinat Cartesius (Sistem Berpetak):Menggunakan sumbu mendatar (absis, 'x') dan sumbu tegak (ordinat, 'y').
Posisi suatu tempat atau benda ditentukan oleh pasangan koordinat (x, y).
Contoh: Tempat duduk Susi di (2, 3) berarti 2 lajur ke kanan (x) dan 3 lajur ke atas (y) dari titik awal.
Aplikasi dalam Kelas 6 Kurikulum Merdeka:Membuat Denah Kelas: Menggambar tata letak meja kursi menggunakan kotak-kotak di kertas berpetak dan memberi koordinat.
Menentukan Posisi: Menjelaskan letak siswa lain (misal: "Rina di koordinat (1, 4)").
Integrasi Tematik: Dikaitkan dengan tema seperti "Masyarakat Sehat" (menunjukkan letak UKS, kantin) atau "Kepemimpinan" (denah kelas saat piket).

Contoh Penerapan (Soal Latihan)Jika guru duduk di (0, 0), maka meja di depan guru (satu lajur ke depan) adalah (0, 1).
Jika pintu di pojok kanan bawah, dan pintu itu adalah sumbu X positif, maka arah atas adalah Utara.

Kamis, 08 Januari 2026

Materi Ajar : Jumat, 9 Januari 2026

Hari/tanggal : Jumat, 9 Januari 2026
Materi Muatan Pelajaran
IPAS : Alam Semesta
CP IPAS
Merefleksikan sistem organ tubuh manusia yang dikaitkan dengan cara menjaga kesehatan tubuhnya; menganalisis hubungan antar komponen biotik dan abiotik, serta pengaruhnya terhadap ekosistem; menjelaskan fenomena gelombang bunyi dan cahaya dalam kehidupan sehari-hari; menghasilkan upaya penghematan energi, serta pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim; menjelaskan sistem tata surya, serta kaitannya dengan rotasi dan revolusi bumi; menjelaskan letak dan kondisi geografis negara Indonesia dengan menggunakan peta konvensional/digital; meninjau sejarah perjuangan para pahlawan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya; menemukan keragaman budaya nasional dalam konteks kebhinekaan berdasarkan pemahaman terhadap nilai-nilai kearifan lokal yang berlaku di wilayah tempat tinggal; serta menerapkan kegiatan ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar.

Tujuan: murid mampu memahami konsep alam semesta dengan baik

Assalamu'alaikum warohmatullah wabarokatuh

Apa kabar anak sholih sholihah

Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat

Jangan lupa sarapan dan persiapkan buku pelajaran kalian ya...

Mari awali kegiatan belajar hari ini dengan berdoa.
IPAS
Sistem Tata Surya, yaitu Matahari (bintang pusat) dan benda-benda langit pengorbitnya (planet, satelit, asteroid, komet), menjelaskan gerakan rotasi dan revolusi Bumi, peran gravitasi, serta karakteristik planet-planet (Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus) dan galaksi Bima Sakti. Siswa akan belajar tentang benda langit seperti bintang, planet, bulan, asteroid, meteoroid, dan komet, serta teknologi antariksa dan penjelajahan Mars.

1. Sistem Tata SuryaPusat: Matahari, bintang raksasa gas yang menjadi pusat gravitasi.
Anggota: 8 planet (Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Jupiter, Saturnus, Uranus, Neptunus), satelit alami (bulan), asteroid, komet, meteoroid.
Galaksi: Tata surya kita berada di dalam Galaksi Bima Sakti.
Benda-benda LangitBintang: Bola gas panas bersinar sendiri (Contoh: Matahari).
Planet: Benda langit berukuran besar mengorbit bintang. Dibagi planet dalam (berbatu) dan planet luar (gas).
Bulan: Satelit alami yang mengorbit planet.
Asteroid: Batu-batuan di sabuk asteroid (antara Mars & Jupiter).
Komet: Bintang berekor (es, debu, batuan).
Meteoroid: Pecahan asteroid kecil.

3. Gerakan Bumi dan BulanRotasi Bumi: Perputaran Bumi pada porosnya (24 jam) menyebabkan siang-malam.
Revolusi Bumi: Perputaran Bumi mengelilingi Matahari (365,25 hari) menyebabkan tahun dan musim.
Rotasi & Revolusi Bulan: Waktu rotasi dan revolusi Bulan sama (27 hari), sehingga kita hanya melihat satu sisi Bulan.

4. Gaya GravitasiGaya tarik menarik antar benda bermassa. Matahari punya gravitasi terbesar di tata surya.
Gravitasi Matahari menjaga planet tetap di orbitnya.

5. Teknologi dan Penjelajahan AntariksaSatelit buatan manusia untuk komunikasi, cuaca, dll..
Misi penjelajahan Mars (rover: Sojourner, Curiosity, dll.) untuk mencari air dan tanda kehidupan.
Karakteristik Planet (Contoh)Bumi: Satu-satunya planet dengan air cair dan kehidupan, punya 1 bulan.
Mars: Planet merah, mirip Bumi, menjadi target penjelajahan.
Jupiter: Planet terbesar, gas.
Saturnus: Terkenal dengan cincinnya.


Materi Ajar : Kamis, 8 Januari 2026

 Hari / Tanggal       : Kamis, 8 Januari 2026

Fase/Kelas              : C / VI

Mata Pelajaran      : Pendidikan Pancasila, Seni Rupa

Pancasila

Peserta didik mampu memahami kronologi sejarah kelahiran Pancasila; meneladani sikap para perumus Pancasila dan menerapkan di lingkungan masyarakat; menghubungkan sila-sila dalam Pancasila sebagai suatu kesatuan yang utuh, menguraikan makna nilai-nilai Pancasila sebagai dasar negara, pandangan hidup, dan ideologi bangsa dan negara.

Tujuan Pembelajaran : 

Menjelaskan makna keragaman budaya dan agama dilingkungan sekitar


Seni Rupa

Pada akhir fase C, Peserta didik mampu menggunakan pengalaman, keterampilan, dan pengetahuan yang diperoleh dalam mata pelajaran seni rupa atau mata pelajaran lain sebagai sumber gagasan dalam berkarya. Peserta didik mampu secara mandiri menggunakan variasi teknik dasar berkarya rupa.


Tujuan Pembelajaran: 

1. Peserta didik dapat menjelaskan tehnik dasar dalam menggambar




Assalamualaikum wr.wb

Apa kabar anak sholih sholihah
Semoga semuanya dalam keadaan sehat wal'aafiyat
Jangan lupa sarapan dan persiapkan buku pelajaran kalian ya... 
Mari awali kegiatan belajar hari ini dengan berdoa.

Pendidikan Pancasila

menjaga keragaman budaya dan agama menekankan pada pengamalan nilai Pancasila, terutama sila pertama (Ketuhanan) dan ketiga (Persatuan), untuk hidup harmonis di tengah perbedaan, dengan contoh seperti menghormati tetangga beda keyakinan, menggunakan Bahasa Indonesia, gotong royong, dan menjaga budaya lokal sebagai wujud toleransi dan persatuan bangsa, sehingga tercipta kebahagiaan bersama. 

Poin-poin Kunci:
Pancasila sebagai Perekat Kebersamaan:
    • Pancasila adalah panduan moral yang mengajarkan toleransi dan persatuan di tengah keberagaman budaya, suku, dan agama di Indonesia.
    • Nilai-nilai Pancasila mencegah perpecahan dan menjadikan perbedaan sebagai kekayaan bangsa.
  1. Pengamalan Sila Pertama (Ketuhanan):
    • Beribadah sesuai agama masing-masing dengan khusyuk.
    • Menghormati teman atau tetangga yang menjalankan ibadah berbeda.
    • Tidak memaksakan kehendak agama kepada orang lain.
  2. Pengamalan Sila Ketiga (Persatuan):
    • Menggunakan Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi di lingkungan beragam.
    • Menjaga dan melestarikan budaya daerah (tari, musik, pakaian adat) sebagai identitas bangsa.
    • Aktif dalam musyawarah dan gotong royong untuk kepentingan bersama.
    • Mencintai produk dalam negeri dan kegiatan budaya nasional.
  3. Contoh Praktik di Lingkungan Sekolah dan Masyarakat:
    • Saling membantu tanpa membedakan latar belakang (sila kedua dan kelima).
    • Menghargai adat istiadat dan kebiasaan teman.
    • Menjaga kebersihan lingkungan bersama. 
Kesimpulan:
Menjaga keragaman budaya dan agama adalah tanggung jawab bersama. Melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila, kita dapat hidup rukun, saling menghormati, dan membangun persatuan bangsa yang kuat, menjadikan Indonesia bangsa yang beragam namun tetap satu. 

SENI RUPA
Tentang konsep dasar menggambar meliputi pemahaman Unsur-unsur Seni Rupa (titik, garis, bentuk, warna, tekstur, gelap terang, ruang) dan Prinsip Seni Rupa (kesatuan, keseimbangan, irama, pusat perhatian, proporsi, kontras, komposisi) untuk menciptakan karya yang harmonis, serta pengenalan Teknik Menggambar seperti pointilis, arsir, dusel, dan teknik lainnya untuk mengekspresikan ide dan mengolah objek sekitar menjadi karya seni yang menarik dan bermakna. 
Unsur-unsur Seni Rupa (Elemen Dasar)
  1. Titik: Unsur terkecil, dasar pembentuk garis.
  2. Garis: Hubungan antar titik, bisa lurus, lengkung, tebal, tipis, memberi kesan kuat atau lemah.
  3. Bentuk/Bidang: Hasil dari garis yang saling berhubungan (datar/dua dimensi, ruang/tiga dimensi).
  4. Warna: Dihasilkan oleh cahaya, ada primer (merah, kuning, biru), sekunder (campuran primer).
  5. Tekstur: Kualitas permukaan benda (kasar, halus, licin).
  6. Gelap Terang: Perbedaan intensitas cahaya pada benda, memberi kesan volume.
  7. Ruang: Kesan kedalaman (nyata pada 3D, imajiner pada 2D). 
Prinsip-prinsip Seni Rupa (Penataan)
  1. Kesatuan/Keselarasan: Keterpaduan semua unsur.
  2. Keseimbangan: Kesamaan atau perbandingan bobot visual (simetris/asimetris).
  3. Irama/Ritme: Pengulangan atau peralihan unsur yang menciptakan gerak.
  4. Pusat Perhatian (Penekanan): Bagian yang paling menarik perhatian.
  5. Proporsi: Perbandingan ukuran antar bagian.
  6. Kontras: Perbedaan mencolok antar unsur.
  7. Komposisi: Pengaturan unsur dalam bidang gambar (pola). 
Teknik Menggambar Dasar
  • Pointilis: Menggunakan titik-titik untuk membentuk gambar, menciptakan gradasi warna dan kesan tertentu.
  • Arsir: Menggunakan garis-garis sejajar atau menyilang untuk memberi gelap terang.
  • Dusel (Doodling): Menggunakan arsiran halus dengan menggosokkan pensil (seperti bayangan).
  • Aquarel: Sapuan basah dengan cat air, transparan.
  • Siluet: Menggambar bentuk objek secara penuh warna tanpa detail. 
Penerapan dalam Menggambar
  • Siswa diajak mengamati objek di sekitar (flora, fauna, benda).
  • Menggunakan unsur dan prinsip untuk menata gambar agar menarik.
  • Menggunakan teknik yang tepat untuk menghasilkan kesan tertentu (misal: arsir untuk kesan kuat, dusel untuk kesan lembut).
  • Menghargai proses kreatif dan ekspresi diri, bukan hanya hasil akhir. 

Demikian pelajaran pada hari ini, jangan lupa diulang kembali dirumah dan jangan lupa sholat lima waktu
Wassalamuaikum wr. wb